Kupaksa ABG Manis Itu Menjadi Budak Seksku

Written By Grace Brenda Renata on Tuesday, April 11, 2017 | 4:03 PM

Cerita Dewasa Kupaksa ABG Manis Itu Menjadi Budak Seksku - Cerita Seks ini merupakan cerita yang kesekian kali tentang pengalamanku memperkosa seseorang. Cerita seks ku kali ini terjadi dengan resepsionist ku sendiri. Cerita panas yang benar benar tak pernah kulupakan karena pengalaman seks ku kali ini adalah dengan cewek yang berumur 18 tahun. Langsung aja deh diceritaain tentang pengalaman seks ku. Aku sekarang berumur 35 tahun dan berprofesi sebagai direktur di sebuah perusahaan swasta. Ayahku adalah pendiri dari grup perusahaan ini yang terdiri dari beberapa perusahaan ini. Sebagai “putera mahkota”, aku sangat disegani oleh para karyawan di kantor, termasuk para direktur dan manager professional lainnya. Mereka, para professional itulah yang sebenarnya banyak memberikan kontribusi pada perusahaan, sedangkan aku hanya santai-santai saja dan sekedar memberi instruksi sana-sini. Di kantor, aku terkenal sebagai seorang playboy. Sebenarnya bukan di kantor saja tetapi sejak SMA dulu. Ditunjang dengan perawakan yang ganteng (kata orang-orang nih) dan berbadan atletis (aku masih keturunan indo dari pihak ibu), juga dukungan financial yang melimpah, tak sulit untuk mendapatkan wanita cantik untuk aku ajak tidur.

Kupaksa ABG Manis Itu Menjadi Budak Seksku

Seperti kemarin dulu, ketika aku sedang jalan-jalan di mall saat waktu kerja (maklum boss he.. He..) aku menjumpai dua cewek ABG. Mereka baru duduk di bangku SMA, terlihat dari seragam yang mereka kenakan. Setelah aku ajak makan dan shopping, tak lama mereka sudah melenguh-lenguh aku setubuhi di hotel yang berdampingan letaknya dengan mall itu. Aku sangat puas menikmati tubuh muda dua ABG itu. Mereka masih agak lugu dalam melayaniku, tampak dari cara mereka mengulum kemaluanku yang masih ragu-ragu. Mereka beralasan karena ukurannya terlalu besar sehingga tidak muat di mulut mereka yang mungil, tetapi setelah aku paksa mereka melakukannya juga. Kemudian dari jeritan dan erangan saat aku penetrasi vagina mereka yang sempit, aku berkesimpulan mereka masih jarang melakukan hal ini.

Sedangkan di kantor, aku sering mengajak sekretarisku untuk sekedar bobo siang sehabis makan siang. Dela, sekretarisku itu adalah lulusan D3 dari akademi sekretaris terkenal di Jakarta. Berbody sexy, dengan kulit putih dan berwajah cantik. Dia sudah bertunangan dengan temannya sejak SMA (cinta pertama katanya). Aku kadang kasihan dengan tunangannya itu, yang setiap hari menjemput saat pulang kantor, karena aku telah sering mereguk kenikmatan birahi dari kekasihnya. Bahkan pernah saat dia sedang menunggu di lobby, aku sedang asyik menikmati Dela di dalam kantorku.

BACA Misteri Tanah Skotlandia

Hari ini aku pergi ke kantorku yang terletak di kawasan Kuningan agak siang, karena habis nonton pertandingan piala eropa tadi pagi. Dengan mata yang masih agak mengantuk, aku memasuki lobby kantorku yang terletak di lantai 25. “Selamat pagi Pak Benny”,  “Pagi”, jawabku singkat. Aku lihat ke arah si penyapa, ternyata dia adalah Karen, receptionist yang sedang tersenyum manis. Karen ini sudah lama aku incar sejak lama, dan berbeda dengan gadis lain yang gampang jatuh ke dalam pelukanku, dia dengan halus selalu menolak jika aku ajak bahkan sekedar makan siang berdua saja. Memang tampaknya dia adalah gadis baik-baik.

Berumur masih 18 tahun, baru lulus SMA dan sedang mengumpulkan biaya untuk kuliah, dia tampak begitu menggemaskan. Gairah gadis muda dengan wajah yang manis, dan tubuh yang proporsional, meskipun masih kalah sexy dari Dela, tapi wajahnya yang imut-imut itu yang mengusik hasrat kelelakianku. Memang aku sangat suka menikmati gadis ABG seperti dia, terutama yang masih belum banyak pengalaman sexnya.
Sampai di ruanganku, Pak Thomas tak lama menemuiku untuk membicarakan mengenai proposal proyek yang sedang ia siapkan. Aku tak bisa konsentrasi dalam mendengarkan uraiannya, karena aku masih memikirkan si Karen ABG cantik resepsionisku itu.
“Pak Thomas, bagaimana kalau kita bicarakan besok saja, saya sedang agak nggak enak badan nih”
“Oh.. Baik Pak.. Maaf kalau saya mengganggu bapak..”
Beres sudah. Si Thomas sudah aku singkirkan. Dalam hatiku aku berpikir yach atur sajalah proposalnya.. Pokoknya kalau nggak gol.. Tinggal aku pecat saja dia he.. He..

Kembali lagi entah mengapa pikiranku kembali ke Karen. Aku harus mengatur rencana agar aku bisa menikmatinya nanti. Segera aku panggil Dela sekretarisku untuk membawa file Karen dari HRD.
Cerita Dewasa – “Ini Pak.. Filenya” Dela menyerahkan file yang kuminta.
“Ada lagi yang diperlukan Pak?”
“Kamu suruh Karen menghadap nanti setelah jam kantor selesai” jawabku.
Dela tampak cemburu karena dalam hati dia sudah tahu apa yang akan terjadi nanti. Well, too bad Dela.., walaupun kamu cantik, tapi hari ini aku sedang ingin yang lain. Mungkin besok giliran kamu lagi, kataku dalam hati.

BACA Hantu Penjaga Gudang

Tak sabar aku menunggu jam kantor selesai. Sekitar jan 17.30, terdengar ketukan di pintuku.
“Masuk”
“Selamat sore Pak..” Karen menyapaku dengan penuh hormat.
“Oh.. Karen ayo masuk.. Silakan duduk”
Karen duduk di depanku. Tampak dia agak ketakutan aku panggil. Tapi itu tidak mengurangi kecantikannya, dengan blazer coklat yang menutupi baju dalamnya yang tidak bisa menutupi sembulan dadanya yang segar. Roknyapun agak mini sehingga pahanya yang putih tampak menanti untuk aku jamah.
“Ada apa Pakk..” tanyanya agak gugup. Ha.. Ha.. Dia sudah agak terintimidasi nih, pikirku.
“Begini Karen.., karena performance perusahan kita kurang memuaskan akhir-akhir ini, sehingga kita perlu melakukan rasionalisasi karyawan” aku berkata sambil menatap matanya yang mulai tampak kemerahan menahan air mata. Dia sudah merasa akan bahwa dia termasuk yang akan di PHK.
“Kamu termasuk yang harus kita PHK. Jadi kamu bisa mengurus pesangon kamu di HRD besok pagi. Maaf ya Karen..” kataku sambil berharap siasatku ini akan berhasil.
“Tapi Pak..” jawab Karen sambil mulai terisak-isak.
“Saya kan tidak berbuat salah apa-apa. ”
Dalam hatiku aku tertawa mendengarnya. Tidak punya salah? Setelah menggoda kelelakianku begitu lama dan selalu menolak rayuanku? Ha.. Ha.. Salah besar kamu Karen..
“Saya juga harus membantu ibu saya yang sedang sakit Pakk.. Tolong saya Pak Benny.. Saya perlu uang untuk operasi Ibu..”, dia sudah semakin terisak-isak di depanku.

Melihat gadis cantik tak berdaya seperti ini, nafsuku semakin bergolak.. Aku ambil tisu di meja kerjaku dan aku pindah duduk di sebelahnya sambil memberikan tisu itu padanya.
Cerita Panas – “Sudahlah jangan menangis..” kataku sambil mengelus-elus pundaknya.
“Tapi Pak.. Saya tolong jangan dipecat Pak.. Tolong..” katanya sambil menyeka air matanya.
“Yach.. Karen saya bisa saja membantu kamu, tapi kamu juga harus membantu saya”
“Bantu apa Pak.. ”
Wah ini sih pertanyaan retoris pikirku. Aku yang duduk disebelahnya langsung meraba pahanya sambil menciumi pipinya yang masih agak basah karena air mata itu.
“Jangan Pak..” katanya sambil menghindar.
“Ya sudah kalau tidak mau dibantu” jawabku agak kesal karena menahan nafsuku yang sudah tak tertahankan. Karen masih duduk diam terpaku sambil meremas-remas kertas tisu.
“Ya sudah Karen.. Pergi sana” aku mengusir dia. Semoga saja Dela belum pulang sehingga aku bisa menyalurkan hasratku ini. Karen masih diam. Aku kembali merengkuh pundaknya sambil menciumi pipinya. Kali ini dia tidak menghindar. Berhasil.. Aku bersorak kegirangan dalam hati.
“Tapi jangan bilang siapa-siapa ya Pak.. Soalnya saya sudah punya pacar”
“Tentu saja sayang..” kataku sambil meremas rambutnya, dan menariknya sehingga wajahnya tepat berada di depan wajahku.
Langsung aku cium dan kulum bibirnya yang tipis merekah itu.. Sementara tanganku telah membuka blazernya sehingga pundaknya yang mulus telah terpampang didepanku. Aku ciumi pundaknya yang mulus dan tali BHnya pun aku gigiti gemas. Sementara tanganku sibuk meraba dan meremas pahanya yang putih bersih itu. Tak tahan aku untuk tidak menikmati buah dadanya yang membusung itu. Aku ciumi dadanya yang masih terbungkus baju dalamnya.
“Emmhh.. Emhh” Karen mulai mengerang menahan nikmat yang mulai dia rasakan.

Tangankupun dengan terampil membuka baju dalamnya sehingga dia tinggal mengenakan BH yang kelihatannya terlalu kecil untuk menampung buah dadanya yang besar itu. Aku ciumi dadanya kemudian aku turunkan cup BHnya sehingga buah dadanya mencuat keluar. Oh.. My god.. Indah sekali buah dada Karen ini. Putingnya kecil berwarna merah muda, yang sudah mengeras. Buah dadanyapun kencang dan kenyal seperti halnya buah dada gadis muda belia seperti dirinya. Langsung aku kulum dan jilat putingnya, sambil tanganku meraba pahanya sampai ke celana dalamnya.
“Ohh.. Pak.. Jangan Pak..” Karen mengerang..
Jangan? Dalam hatiku aku tertawa geli. Mulutnya berkata jangan tapi reaksi tubuhnya berkata lain. Mungkin jangan berhenti maksudnya? Tanganku sudah mengelus-elus kemaluannya yang sudah basah oleh cairan nikmatnya.
“Ayo sayang kita pindah ke sofa” ajakku.
“Jangan Pak..”
“Ayo..!!” perintahku sambil menarik tangannya.
Sebelum dia duduk, aku cium dahulu dia sambil melepas baju dalam dan rok mininya. Tampak dia cantik sekali dengan hanya berpakian dalam begitu. Apalagi buah dadanya sudah mencuat keluar dari BH hitam yang dikenakannya.
“Ayo duduk” perintahku.

BACA Ariel NOAH dan Sophia Latjuba Liburan Bersama

Dia duduk di depanku sehingga wajahnya tepat berada di depan kemaluanku. Dengan cepat aku membuka semua pakaianku sehingga tinggal mengenakan celana dalam saja.
“Cepat cium” kataku sambil menyorongkan kemaluanku yang masih terbungkus celana dalam itu padanya.
Karen sudah tampak pasrah dan dia mulai menciumi kemaluanku. Tak tahan, aku suruh dia membuka celana dalamku itu sehingga kemaluanku yang sepanjang 20cm dan seukuran hampir sama dengan pergelangan tangannya melonjak keluar. Karen tampak kaget sehingga agak menjerit tertahan melihat ukuranku itu.
“Kenapa sayang”
“Ihh Pak.. Besar sekali.. Karen takut Pak..”
“Nggak apa.. Ayo diisap” perintahku.
“Ampun Pak.. Jangan Pak.. Nggak muat Pak..”
“Ayo cepat” kataku sambil meremas rambutnya dan mendorong kemaluanku sehingga menyentuh bibirnya.

Aku memang paling kesal dengan karyawanku yang belum apa-apa sudah bilang nggak bisa padahal belum mencoba. Entah dalam pekerjaan kantor sehari-hari atau dalam hal Karen ini untuk memuaskan kejantananku.  Karen mulai membuka bibirnya dan mulai menjilati kepala kemaluanku. Tangannyapun mulai mengocok kemaluanku sambil kadang-kadang membelai buah zakarku. Rupanya dia sudah merasa percuma saja menolak sehingga lebih baik menikmati saja aktivitas kita ini.
Kemudian dia sudah mengulum kemaluanku. Akupun berdiri berkacak pinggang didepannya, sementara dia sibuk memberikan kehangatan mulutnya pada bos besarnya ini. Kadang-kadang aku meremas rambutnya yang berjepit rambut berbentuk hati berwarna merah muda sehingga menambah kecantikan kemudaannya.
“Ayo lebih dalam”, kataku sambil berkacak pinggang memberi perintah.
Tampak Karen bersusah payah mengulum kemaluanku walaupun tampaknya baru setengah yang bisa dia masukkan kemulutnya yang mungil. Akupun tak sabar, lalu aku dekap kepalanya dengan kedua tanganku, dan aku maju mundurkan kemaluanku di mulutnya. Terasa sesak tapi sangat nikmat menjalar tubuhku.
“Hmmhh.. Mulutmu enak Karen.. Yach ayo terus hisap.. Pintar.. Good girl..”, erangku menahan nikmat duniawi.

NEWAksi Narsis Bugil Cewek Com Pamerkan Payudara

Setelah kurang lebih 15 menit menikmati hisapan dan kuluman Karen si gadis lugu ini, aku duduk di sofa dan memerintahkan dia untuk menaiki tubuhku. Aku sibakkan celana dalam hitamnya sehingga vaginanya yang sempit itu telah siap untuk menelan kemaluanku.
“Ahh.. Ampun Pak.. Sakit..”, erangnya ketika kemaluanku mulai menerobos bibir vaginanya.
Aku tak mempedulikan erangan minta ampunya dan langsung menyodokkan kemaluanku sambil menggoyang-goyangkannya ke kanan dan kekiri. Masuknya agak susah sehingga setelah sedikit aku sodokkan aku goyangkan dulu, baru bisa aku sodokkan sedikit lagi ke dalam. Sementara itu mulutku sibuk menikmati buah dada belianya.

“Pak.. Ampun Pak.. Ahh..” erangannya terdengar makin keras.
Kemaluanku kini sudah 3/4 yang masuk dalam vaginanya. Kemudian aku pegang pantatnya yang sexy itu dan aku kocok keluar masuk kemaluanku dalam lubang surgawinya.
“Pak.. Sudah Pak.. Ampun Pak.. Karen hampir sampai..”
Aku semakin cepat menggenjot Karen, sampai akhirnya dia menjerit tertahan karena mulutnya menggigit tangannya sendiri. Mungkin dia malu untuk menjerit terlalu keras saat orgasme. Memang dia pada dasarnya adalah gadis yang sopan dan baik. Aku belum puas menikmatinya, lalu aku suruh dia menungging di sofa dan aku setubuhi dia dari belakang.
“Pak.. Pak.. Jangan Pak.. Karen sudah capai Pak..” katanya sambil merintih.
Aku terus genjot dilakang sambil sesekali aku jambak rambutnya sehingga kepalanya terdongak kebelakang, sehingga aku bisa menciumi wajahnya yang imut itu. Tanganku pun tidak ketinggalan meremas buah dadanya yang besar dan bergoyang saat aku setubuhi kemaluannya dengan gaya doggy-style itu.

Saat aku sedang asyik menggenjot Karen.., tiba-tiba Dela masuk ruanganku. Rupanya aku lupa mengunci ruanganku tadi.
“Ada apa Dela..?” tanyaku sambil tersenyum sambil terus menyetubuhi Karen.
Karen yang sudah kembali terangsang dan tidak memperdulikan kehadiran Dela. Dia tetap mengerang tertahan sehingga menambah suasana mesum di ruangan itu.
“Ini Pak.. Saya perlu tanda tangan Bapak” jawab Dela sambil merengut cemburu.
Tampak dia memang sengaja ingin melihat aku mengerjai Karen, sehingga bekerja lembur.
“Maaf.. Pak kalau mengganggu..” katanya masih dengan nada cemburu.
Aku ambil surat dari tangannya dan langsung aku tandatangani sambil terus menggenjot Karen.
“Nih.. Udah jangan ganggu saya lagi.. Kamu nggak Dela saya sedang sibuk?” kataku dengan suara agak marah.
“Kamu liat khan saya sedang beri training si Karen ini supaya pintar..” kataku sambil menarik rambut Karen sehingga wajahnya menghadap ke Dela.
“Udah pergi sana.. Nanti kalau giliranmu ditraining saya akan panggil OK” kataku sambil tersenyum padanya. Tampak wajah Dela memerah menahan nafsu melihat adegan persetubuhanku dengan Karen.
“Baik Pak..” jawabnya sambil keluar ruangan.

BACA : Debat Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua

Tetapi setelah keluar ruangan dia tampak mengintip dari balik vertical blind jendela ruanganku. Ha.. Ha mungkin dia penasaran dan bernafsu sekali melihatku mengerjai Karen. Sementara itu aku balikkan tubuh Karen di sofa dan langsung aku genjot lagi dari depan.
“Aahh.. Pak.. Ampun Pak.. Karen hampir sampai lagi..” erangnya.
Aku cium dia saat dia mencapai orgasmenya yang kedua. Sementara itu akupun sudah merasa akan mencapai puncak. Kucabut kemaluanku dari vagina Karen, dan aku suruh dia kulum dan isap lagi. Aku lirik ke vertical blind dan ternyata masih ada bayangan Dela di sana. Aku ingin dia melihat aku ejakulasi di mulut dan wajah Karen resepsionis yang cantik ini.
“Ayo isap terus Karen.. Kamu luar biasa.. Pintar sekali..” kataku memuji kerja kerasnya.
Aku melihat ke vertical blind sambil tersenyum, tak lupa menyibakkan rambut Karen sehingga Dela dapat melihat dengan jelas saat aku ejakulasi nanti.
“Ahh.. Ohh.. Ohh.. You little slut..” erangku saat cairan ejakulasiku keluar membasahi wajah dan mulut Karen.
“Ayo bersihkan.. Isap sampai bersih..” perintahku.
Karen akhirnya terpaksa menjilati bekas cairan sperma dari kemaluanku dan juga bekas cairan sisa-sisa orgasmenya setelah persetubuhannya denganku. Setelah bersih, kamipun masing-masing mengenakan pakaian kami kembali, dan Karen mengambil tisu untuk menyeka bekas sperma dari wajahnya.
“Maaf Pak.. Terus bagaimana dengan nasib saya..” tanyanya memelas.
“Yach.. Kamu bisa terus bekerja di sini asalkan kamu mau memuaskan saya seperti tadi.. OK?” jawabku.
“Baik Pak.. Terimakasih Pak..”
Ha.. Ha.. Memang enak menjadi bos besar.. Sudah habis-habisan menggenjot gadis muda, masih diberi ucapan terimakasih lagi..
“Ya sudah kamu bisa pulang sekarang” kataku sambil mengemasi barang-barangku juga.

Kamipun keluar dari ruanganku, dan aku lihat meja Dela sudah kosong mungkin sudah pulang tidak tahan melihat adegan live-show aku dan Karen. Sampai di lobby aku bertemu dengan pacar Karen yang ternyata sudah menunggunya untuk mengantar pulang.
“Selamat sore Pak” sapanya penuh hormat.
“Ini Jhonny Pak.. Pacar saya” Karen mengenalkanku pada pacarnya.
“Dan ini Pak Benny.. Direktur perusahaan ini”
“Oh ya.. Sori ya lama nunggu tadi?” tanyaku sambil tersenyum. Karen tampak menunduk malu.
“Nggak apa kok Pak” kata Jhonny.
“Yach tadi saya harus memberikan sedikit training pada Karen untuk meningkatkan produktivitasnya di perusahaan ini” kataku menjelaskan.
“Ternyata dia pintar.. Kamu beruntung lho punya pacar cantik dan pintar seperti dia” kataku.
“Oh iya Pak terimakasih Pak..” Jhonny berkata senang dan penuh hormat.

Ha.. Ha.. Aku tertawa dalam hati.. Karen terdiam saja tersipu mendengar pujianku di depan pacarnya tersayang itu. Akupun menaiki lift untuk menuju gedung parkir. Setelah itu aku langsung tancap gas Mercy silver metalikku untuk segera sampai di rumah untuk tidur karena badanku sudah pegal-pegal habis menyetubuhi Karen tadi. Kusetel lagu Al Jarreau, sambil berdesah puas. Sukses rencanaku hari ini. Karen sudah takluk di tanganku.
Sekeluar dari komplek gedung perkantoranku, tiba di lampu merah, aku melihat Jhonny sedang menggonceng Karen dengan motor bututnya. Karen melihat ke arahku sambil tersenyum malu. Akupun tersenyum padanya sambil berharap semoga aku tidak cepat bosan menikmati tubuhnya, sehingga dia tak perlu aku pecat untuk aku ganti dengan yang baru.

0 comments:

Post a Comment

 DOMINO ONLINE UANG ASLI
 POKER ONLINE UANG ASLI
 photo unnamed 3_zpsrmtxuddz.gif
BACKLINKS