Seharian Aku Disetubuhi Oleh Kedua Mantan Kekasih

Written By Grace Brenda Renata on Monday, April 10, 2017 | 4:42 PM


Cerita Dewasa Seharian Aku Digilir Oleh Kedua Mantan Kekasih - Sepulang sekolah kurasakan suasana yang sepi di rumahku. Satu persatu nomor telepon teman kusambung dan tiada yang ada di rumah. Sesaat kucoba telepon mantan pacarku, ternyata ada, dan kucoba satunya lagi dan ternyata jg ada. Kuajak mereka janjian ke rumahku.

Seharian Aku Disetubuhi Oleh Kedua Mantan Kekasih

Sejam telah berlalu. Mereka berdua akhirnya datang. Suasana sepi rumah hilang. Akhirnya kami saling bercanda. Andi dan Gerry adalah mantanku dan kami awalnya teman yang cukup akrab dan suka berkumpul bersama. Sebenarnya masih ada perasaan suka di hatiku terhadap mereka. Rasanya kurindu akan suasana dulu. Kami mulai bercanda dan duduk bersamaan. Andi memang mantanku yang agresif. Terkadang ia memegang tanganku dan jg merangkulku. Gerry melihat reaksi Andi tampaknya ia tak mau kalah. Hal yang sama pun ia lakukan.

Mungkin karena mereka mantanku maka aku tidak canggung. Sebenarnya aku menyukai belaian-belaian mereka. Tahap demi tahap kejadian pun terlewati. Kadang aku dipeluk Andi dan kadang aku dipelukan Gerry. Aku pun tak mau kalah, kebetulan Gerry saat itu diam dan kupeluk ia dari belakang. “Rin, itu kamu empuk ya,” sahut Gerry sambil menggoyangkan punggungnya yang tertempel toket ku sehingga bergesekan. Kurasakan nyilu dan nikmat di pentil ku, dan membuatku terdiam sesaat. Kemudian,

“Masa, sori Nto.. tapi enak ya,” ucapku sambil bercanda.
“Kayak gitu nggak enak, yang enak kayak ini,” perlahan Andi menarikku dan perlahan kulepaskan Gerry.
Andi memelukku, tangannya kurasakan menyentuh toket ku dan mengusap-usapnya lalu meremas-remas.




Sesaat kuterdiam menahan nafas dan agak terkaget dengan belaian Andi. Kurasakan pentil ku mengeras dan menegang membuat aliran darahku terangsang keseluruh tubuh. Rasanya nyilu dan nikmat membuat seluruh tubuhku merinding dan lemas. Perlahan mengalir ketonjolan didekat saluran kencingku. Kemudian kurasakan bibir vagina dan anusku berdenyut-denyut. Kusadari aku terangsang. Untung Andi tak menyentuh vagina ku. “Udah yan, lepasin tangannya dong!” ucapku sambil kedua tanganku melepaskan kedua tangan Andi dari toket ku. Walaupun sebenarnya kusuka, tapi kutolak karena aku terangsang. Kurasakan sebuah bibir mencium kupingku. Mataku melirik ke arah wajah tersebut dan kulihat sekilas wajah Gerry. Sesaat kuterdiam kembali. Nikmat di dalam darahku mengalir kembali. Bibir Gerry kemudian melumat daun telingaku. Kurasakan nikmat dan lembut mulut Gerry dan membuatku tidak dapat mengelak dan menolak. Perlahan lidah Gerry menjulur masuk ke lubang telingaku. “Aaahh..” hanya itu yang bisa kuucapkan. Daguku terangkat tinggi. Kurasakan pentil ku mengeras dan menegang menjadi sensitif. Kurasakan nyilu dan nikmat di pentil ku.


Tampaknya Andi tak mau kalah. Segera tangannya meremas-remas toket ku. Perlahan kurasakan mulut Andi  melumat bibirku. Lidahnya menjilati semua yang ada di mulutku. Aku hanya bisa terdiam tak bergerak, kurasakan pikiranku melayang jauh. Birahiku mengalir di dalam darahku. Tubuhku semakin sensitif dan haus akan belaian. Terlintas di pikiranku berharap mendapatkan yang lebih lagi. Kurasakan buaian tangan Gerry di pahaku sehingga membuat daerah sensitif di vagina ku semakin menjadi. Kurasakan rokku perlahan diangkat Gerry. Tangannya mengelus-elus pahaku dari daerah paha luar, dalam dan sampai di belahan vagina ku.


Terlintas di pikiranku bahaya bila pembantuku melihat kejadian ini. Perlahan kulepaskan bibirku dari bibir Andi . Dengan suara yang tegang dan gemetar akhirnya dapat kuucapkan,

“Udah dong..! Jangan ya, nanti pembantuku ngeliat.”
Akhirnya mereka berhenti.
“Sorry ya Rin, aku kangen ama kamu,” ucap Gerry.
“Aku jg, maaf ya.. abis tubuh kamu bagus nggak kayak pacar aku yang sekarang,” sahut Andi sambil salah satu tangannya mengelus toket ku.
“Nggak apa-apa aku jg, kita ke atas yuk!” ucapku.
Lalu kami bergegas pindah ke atas.


Selesai naik tangga ternyata Andi langsung memelukku sambil berjalan. Kedua tangannya menggerayangi buah toket ku. Kurasakan pentil ku menegang nyilu yang nikmat. Birahi mengalir dalam darahku membuatku terangsang. Kemudian kami bertiga duduk. Dan tak lama kemudian tubuhku kali ini dirangkul oleh Gerry. Tangannya mengelus dan meraba pahaku, kemudian perlahan menyusup di rokku. Tak lama kemudian celana dalamku yang membentuk belahan kemaluanku terlihat jelas. Tangannya bergerak dari bagian paha luar, dalam, dan vagina ku. Terasa bibir vagina ku berdenyut dan sensitif. Sebenarnya tanpa mereka sadari aku sedang menikmati kejadian ini dan aku terangsang. Aku berusaha menyembunyikan perasaan ini.


“Rina.. Paha kamu mulus.. putih.. kulit kamu lembut ya,” sahut Gerry dengan kedua tangan yang menikmati tubuhku. Sesaat kemudian kurasakan tangan Andi mendekap salah satu buah toket ku yang sedang terangsang. Sesaat nafasku tertahan kemudian batinku terdiam. Kurasakan nikmat di toket ku. pentil ku sedang dialiri darah birahi. Perlahan daguku terangkat tinggi. Akhirnya nafasku berburu.


Tampaknya Andi  dan Gerry tahu bila aku terangsang. Tanpa basa basi lagi mereka melakukan permainan selanjutnya. Perlahan tangan Andi yang mendekap toket ku turun dan menyusup kaosku. Kurasakan tangan Andi menyentuh kulit perutku dan menyusup sampai mendekap toket ku yang tertutup BH dan kemudian meremas-remas. Daguku terangkat tinggi. Kemudian bibir Andi kurasakan mengecup dan mencuimi leherku. Mataku terpejam dan kugigit lembut bibir bawahku.


“Oouuhh..” dengan pelan desahan itu keluar dari mulutku. Semakin kukeluarkan suara dari mulut maka semakin mereka menjadi. Kurasakan tali BH-ku terlepas dan BH-ku mengendor. Entah siapa yang melakukannya. Kurasakan tangan Andi mendekap toket ku secara langsung. “Aahh,” kurasakan. toket ku diremas-remas lagi dan kemudian kedua pentil ku dimainkan oleh Andi. Nikmatnya!


Perlahan BH dan kaosku diangkat. Udara pun menyentuh pentil ku langsung dan merangsang tubuhku. Celana dalamku dibuka Gerry. Kaos dan BH-ku dilepas Andi. Rokku tidak ketinggalan. Pakaian yang menyelimuti tubuhku berserakan entah berada dimana.



Akhirnya tiada sehelai kainpun di tubuh ini. Semakin tubuhku polos semakin buaian udara merangsang tubuhku. Rasanya tubuh ini ingin dinikmati. Perlahan tangan Gerry membuat kakiku mengangkang lebar. Rasanya buaian angin merangsang paha dalam dan daerah kemaluanku dan membuatku berharap untuk mendapatkan kenikmatan. Kurasakan bibir Gerry menyentuh dan mengecup bibir vagina ku. Daguku terus terangkat tinggi dan toket ku reflek membusung seakan menyodorkan diri. Kurasakan seperti ada setrum yang mengalir dari bibir vagina ke seluruh tubuh.




“Oouuhh..” dengan panjang kuucapkan. Kurasakan tangan Andi meremas toket ku dan memainkan pentil ku. Ah, dua titik sensitifku terangsang. Dengan reflek toket ku kubusungkan sesampai-sampainya. Tampaknya Andi tidak diam melihatku begini. Segera ia menghisap salah satu pentil ku lagi. Ah, sekarang ketiga titik sensitifku terangsang. Kurasakan jari-jari Gerry perlahan masuk ke liang vagina ku. Lalu keluar lagi dan akhirnya keluar masuk dengan cepat dan serakah. Kurasakan birahiku melayang dan terangsang membuatku pasrah dan menikmati cara mereka yang sedang menikmati tubuhku. Kuarasakan kemaluanku basah. Anusku jg terkena air yang mengalir. Tampaknya Gerry mengetahui hal ini. Perlahan salah satu jarinya masuk ke anusku. Semakin lama anusku licin dan jari Gerry dapat keluar masuk mudah. Akhirnya jari-jari Gerry keluar masuk dikedua liang tubuhku. Nikmat kurasakan dan entah mengapa semakin kusodorkan kedua liangku ke arahnya. Bibir Gerry menikmati daerah pinggang dan perutku. Aah, seperti listrik mengalir dalam darahku dan jg daerah daerah tubuhku yang mereka sentuh.

Akhirnya kuterbaring dan kulihat Gerry melepaskan celananya. Kulihat kontol nya terhunus dan ia tujukan ke liang vagina ku. Kurasakan belaian kontol nya di bibir vagina ku. Perlahan-lahan masuk. Dagu dan toket ku terangkat tinggi. “Aaahh..” kuucapkan sambil akhirnya kontol Gerry menancap dalam di liang vagina ku. Kemudian ia keluar-masukkan. Kurasakan gesekan kontol Gerry  keluar masuk. Nikmat rasanya sampai-sampai anusku berdenyut-denyut. Mataku setengah terpejam dan kadang-kadang tubuhku goyang karena tak tahan merasakan nikmat. Sekilas terlihat Andi melepaskan celananya. Kulihat kontol nya lalu ia tempelkan ke mulutku. Kurasakan di bibirku dan tampaknya aku menyukainya. Perlahan kontol nya dimasukkan ke dalam mulutku. Entah mengapa mulutku terangsang. Lalu kudekap kontol Andi dengan tanganku. Kuayun-ayunkan dan kuhisap dengan mulutku. Kurasakan seluk beluknya dan kunikmati dengan lidah dan mulutku. Kujilat, kuhisap, kutelan dan seterusnya.


Beberapa saat kemudian kurubah posisiku jadi mengungging. Dengan begini mulutku dapat menikmati kontol Andi yang terhunus. Perlahan kurasakan kenikmatan yang berbeda. Kontol Gerry perlahan ia cabut dari liang vagina ku dan kemudian ia hunuskan ke anusku yang kurasakan berdenyut-denyut nikmat. Perlahan ia masukkan ke anusku yang sudah terangsang, basah dan longgar karena jemarinya. Akhirnya tertancap dalam dan ia keluar masukkan dengan pelan. Karena sudah licin maka ia keluar-masukkan dengan cepat dan akhirnya menyembur cairan di liang anusku.


“Ouuhh..” kuucapkan sambil menikmati semburan yang Gerry keluarkan. Setelah itu Gerry mendiamkan kontol nya diam tertancap. Sesaat kemudian ia mainkan lagi. Anusku sangat licin karena cairannya. Kadang ia keluarkan dulu dan kemudian dia tancapkan lagi. Tampaknya ia sengaja. Karena setiap tancapan aku mendesah karena merasakan nikmat.

Beberapa saat kemudian kurasakan banyak cairan yang menyembur dari kontol Andi. Karena kubenar-benar terangsang maka kurasakan nikmat. Lalu kutelan dan entah mengapa malah membuatku tambah terangsang. Setelah habis kulepaskan hisapanku. Andi terdiam. Gerry menarik pundakku. Sehingga ia dapat memelukku dari belakang. Tangannya meraba-raba toket ku.




Kurasakan ia berdiri dan aku tergantung di kontol nya yang menancap. Kulihat Andi menghampiriku lagi. Kurasakan kontol nya ia tancapkan ke liang vagina ku. Ah, aku diapit. Kurasakan kedua liangku mereka masuki. Dan akhirnya kami sama-sama sampai puncak dan puas.


Suasana rumah yang sepi sangat merangsang kami. Kemudian aku ajak mereka ke kamarku. Di sana tubuhku mereka nikmati lagi dan lagi. Aku pun menikmatinya jg. Karena gairah kami yang tinggi maka kami lakukan berulang-ulang. Sampai disaat kuhisap kontol mereka dan tiada cairan yang mereka keluarkan di mulutku dan liangku. Kurasakan tak ada semburan.

Karena sudah malam akhirnya kami jalan keluar bertiga. Kami jalan-jalan dengan mobilku yang kaca filmnya hampir 100%. Kami main di utara Jakarta. Kemudian kami buat mobil goyang sampai jam 04:00 pagi. Tentu kami melakukan istirahat. Dan kami keluar dan balik jam 04:00 lebih. Tampaknya gairah seumur kami memang fit. Gerry dan Andi bergiliran menyetir. Dan diperjalanan tiada sehelai kainpun di tubuhku. Kondisi kaca mobil yang memungkinkan sehingga selepas dari mojok aku pun masih bercinta dengan mereka. Sampai-sampai penjaga karcis pun tidak melihat tubuh polosku. Diperjalanan aku duduk di belakang dan mereka bergiliran bercinta denganku. Mungkin karena tubuhku yang lebih unggul dari cewek-cewek lain jadi mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan yang jarang ini. Dan mereka terus mengentot tubuhku hingga tenaga benar-benar terkuras habis oleh kenikmatan tiada tara ini.

0 comments:

Post a Comment

 DOMINO ONLINE UANG ASLI
 POKER ONLINE UANG ASLI
 photo unnamed 3_zpsrmtxuddz.gif
BACKLINKS